Ad 728x90

Breaking News

Meredam Tensi di Telukjambe: Ketua DPD APDESI Jabar Kedepankan Damai Namun Harga Diri Tetap Tegak

KARAWANG - Ketegangan di gerbang PT Pertiwi Lestari akhirnya menemui titik terang setelah dilakukan proses mediasi antara pihak perusahaan, perwakilan provider, dan pengurus APDESI.

Pernyataan tegas disampaikan oleh Ketua DPD APDESI Merah Putih Jawa Barat, Sukarya WK, sesaat setelah keluar dari ruang mediasi di hadapan ribuan massa yang hadir.

Sukarya WK, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Wanasari, mengklarifikasi duduk perkara yang memicu aksi solidaritas besar-besaran dari 19 Kabupaten se-Jawa Barat

Pihak desa telah melayangkan surat resmi dua kali ke PT Trans Heksa dan PT Pertiwi Lestari terkait perizinan kabel optik, namun tidak ada jawaban selama 10 hari.

Saat perangkat desa datang dengan itikad baik untuk mencari data kantor, justru terjadi pengeroyokan yang memakan korban dari pihak keluarga Kades dan Karang Taruna.

"Jangan perlakukan perangkat desa seperti maling!" tegas Sukarya.

Sebagai pimpinan tertinggi APDESI Merah Putih di Jawa Barat, Sukarya menekankan bahwa kehadiran ribuan massa adalah bentuk perlindungan terhadap institusi Pemerintahan Desa (Pemdes)

"Kenapa APDESI se-Jabar hadir? Karena yang diintimidasi adalah institusi Pemdes. Kami sudah berkomitmen, jika satu desa dizalimi, maka 5.311 desa di Jawa Barat akan turun bersama. Ini peringatan agar tidak ada lagi aksi main keroyok terhadap aparatur desa." Tuturnya.

Meski situasi sempat memanas, Sukarya menunjukkan sikap negarawan dengan mengedepankan perdamaian demi kondusivitas wilayah, dengan catatan harga diri pemerintahan tetap tegak.

"Hal ini saya sampaikan usai mediasi tadi. Lihat sendiri, massa ribuan tapi tidak ada yang anarkis. Kami ini orang pemerintahan, bukan preman," tandasnya

Meskipun secara personal sudah saling memaafkan, Sukarya menegaskan bahwa marwah institusi tetap harus dihormati oleh semua pihak.

No comments