Ketua APDESI Jabar Tegaskan Satu Desa Diusik, Seluruh Jawa Barat Terpanggil!
KARAWANG - Gelombang massa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat membanjiri akses gerbang PT Pertiwi Lestari di wilayah Telukjambe Barat, Senin (6/4).
Aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk solidaritas atas dugaan intimidasi dan pengeroyokan yang menimpa perangkat Desa Wanasari beberapa waktu lalu.
Pantauan di lokasi menunjukkan ribuan massa berpakaian seragam organisasi serta atribut Karang Taruna memenuhi jalan utama.
Sebuah mobil komando dengan pengeras suara berukuran besar tampak memimpin orasi, sementara spanduk-spanduk kecaman terbentang di barisan depan massa.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam atas insiden fisik yang menimpa aparat Desa Wanasari.
Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa kehadiran ribuan orang dari 19 Kabupaten se-Jawa Barat ini adalah untuk membela "Marwah" pemerintahan desa yang dianggap telah dilecehkan oleh oknum di kawasan tersebut.
"Kami datang ke sini bukan sebagai preman, melainkan sebagai aparatur pemerintahan yang merasa dizalimi. Jika satu desa diusik, maka 5.311 desa di seluruh Jawa Barat akan merasa terpanggil," ujar salah satu orator di atas mobil komando.
Salah satu spanduk utama yang dibawa massa tertulis jelas: "KAMI MEMINTA PERTANGGUNGJAWABAN DARI PT PERTIWI LESTARI MENGENAI PENGGUNAAN TANAH KAS/ASET DESA WANASARI!!!" serta kecaman keras terhadap jasa keamanan yang diduga melakukan pengeroyokan.
Pihak APDESI menuntut adanya kejelasan mengenai aset desa yang digunakan perusahaan, serta proses hukum yang adil bagi oknum pelaku pengeroyokan terhadap anak, menantu, dan anggota Karang Taruna Desa Wanasari.
Meski situasi sempat memanas dan arus lalu lintas di sekitar kawasan tersendat, aksi berlangsung relatif tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Karawang.
Tidak ada tindakan anarkis yang dilakukan oleh massa selama orasi berlangsung.



No comments