Cantika Jadi Paskibraka Karawang, Rindu Keluarga Terbayar dan Mimpi Jadi Polwan Menanti
KARAWANG – Menjadi anggota Paskibraka bukan hanya soal disiplin dan kesiapan fisik.
Bagi Cantika Setiya Fitri, salah satu dari 50 anggota Paskibraka yang mewakili SMA Negeri 1 Karawang, perjuangan tersebut juga menjadi perjalanan emosional karena harus menahan rindu kepada keluarga.
Hampir sepekan menjalani rangkaian persiapan Paskibraka, Cantika akhirnya kembali bertemu dengan orang tuanya. Momen itu menjadi salah satu pengalaman yang paling membahagiakan bagi dirinya.
“Senang banget ketemu orang tua. Sudah hampir mau seminggu,” ujar Chantika saat bertemu orang tuanya usai dikukuhkan Bupati Karawang, Jum'at (14/8/2026).
Sejak kecil, Cantika memang sudah tertarik dengan kegiatan Paskibra. Kecintaan terhadap kegiatan tersebut terus berlanjut hingga SMP dan semakin kuat ketika memasuki SMA Negeri 1 Karawang.
Perjuangannya menjadi Paskibraka tidak selalu mudah. Cantika harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menjalani proses seleksi yang cukup panjang.
Dari sekitar 507 peserta, Cantika berhasil masuk delapan besar hingga akhirnya dipercaya menjadi bagian dari 50 anggota Paskibraka.
Sang ibu, Ani Rohmani, S.Pd.I., mengaku bangga melihat perjuangan putrinya. Menurutnya, keberhasilan Cantika menjadi Paskibraka merupakan buah dari kerja keras, semangat, dan dukungan keluarga.
“Alhamdulillah, berkat perjuangan dan semangatnya, Cantika bisa sampai di tahap ini. Kami sebagai orang tua tentu sangat bangga,” kata Ani.
Kini, Cantika harus kembali memusatkan perhatian pada tugasnya sebagai Paskibraka. Persiapan dilakukan secara matang agar proses pengibaran Sang Saka Merah Putih berjalan lancar.
Namun, di balik seragam Paskibraka yang dikenakannya, tersimpan sebuah cita-cita besar. Cantika ingin melanjutkan perjuangannya menjadi Polwan.
Cita-cita tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Cantika untuk terus disiplin, menjaga mental, dan berani menghadapi berbagai tantangan.
Bagi sang ibu, apa pun cita-cita yang ingin diraih putrinya, doa dan dukungan akan selalu menyertai langkah Chantika.
“Semoga cita-citanya terkabul, sukses ke depannya, selalu patuh kepada orang tua dan menjadi anak yang salehah,” tutur Ani.
Perjalanan Cantika menjadi Paskibraka pun menjadi bagian penting dalam kisah hidupnya.
Sebuah pengalaman tentang perjuangan, kerinduan kepada keluarga, kebanggaan orang tua, sekaligus langkah kecil menuju cita-cita menjadi seorang Polwan.



No comments