Ad 728x90

Breaking News

Asep Saefudin: Proyek IRPOM Masih Berproses, Bukan Dikerjakan Asal Jadi

 

KARAWANG – Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tirta Berkah, Asep Saefudin, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut proyek Program Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, dikerjakan asal jadi dan belum memberikan manfaat bagi petani.
Menurut Asep, proyek bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut masih dalam proses pembangunan sehingga belum dapat dinilai sebagai pekerjaan yang mangkrak atau tidak sesuai.

Ia menegaskan, di Desa Ciranggon terdapat empat titik pembangunan IRPOM yang dikelola oleh empat kelompok tani, yakni Poktan Tirta Berkah, Tirta Mulya, Tirta Bakti, dan Tirta Asih.

"Alhamdulillah, pembangunan di Poktan Tirta Berkah sudah mencapai sekitar 70 persen. Saat ini tinggal menyelesaikan pemasangan instalasi listrik sehingga pekerjaan memang belum selesai sepenuhnya," ujar Asep Saefudin.

Ia menjelaskan, keterlambatan penyelesaian proyek bukan disebabkan oleh kendala teknis pembangunan, melainkan proses perizinan pemasangan jaringan listrik yang harus melintasi lahan milik PT Pertamina.

Menurutnya, karena lahan tersebut merupakan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seluruh proses harus mengikuti prosedur administrasi yang berlaku. Kelompok tani pun telah mengajukan surat permohonan kepada Pertamina.

"Alhamdulillah, pihak Pertamina telah memberikan izin untuk pemasangan instalasi listrik yang melintasi lahannya. Jadi, keterlambatan bukan karena pekerjaan dihentikan, tetapi menunggu proses perizinan sesuai ketentuan," jelasnya.

Asep juga mengungkapkan, untuk titik IRPOM yang dikelola Poktan Tirta Bakti, pekerjaan telah selesai dan saat ini pompa sudah beroperasi serta mengalirkan air ke lahan pertanian.

Selain pembangunan infrastruktur, kata dia, program IRPOM juga merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Ia mengapresiasi dukungan Pertamina yang telah membantu proses penyelesaian instalasi listrik sehingga proyek dapat segera dimanfaatkan petani.

Menanggapi tudingan bahwa proyek dikerjakan asal jadi, Asep menegaskan penilaian tersebut tidak tepat karena pembangunan masih berlangsung dan belum memasuki tahap akhir.

"Kami berharap masyarakat dapat melihat kondisi di lapangan secara utuh. Proyek ini belum selesai, sehingga masih ada tahapan pekerjaan yang sedang kami selesaikan. Setelah seluruh instalasi rampung, pompa akan berfungsi maksimal untuk memenuhi kebutuhan air para petani," pungkasnya.

No comments