Muspika Tinjau Irigasi Jebol, Danramil: Sawah adalah jantung ekonomi Rengasdengklok
Karawang - Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Rengasdengklok dan staf Perum Jasa Tirta (PJT) IV Sektor Rengasdengklok segera menggelar peninjauan lapangan mendesak pada Selasa (02/11 2025).
Kegiatan ini dilakukan menyusul laporan jebolnya sejumlah titik pada saluran irigasi sekunder yang menjadi urat nadi pertanian di wilayah tersebut.
Pengecekan ini dipimpin langsung oleh Danramil 0404/Rengasdengklok, Kapten Inf M. Syai'in, bersama Camat dan Kapolsek.
Dari hasil penyisiran mendalam, tim gabungan menemukan adanya empat titik kritis yang mengalami kerusakan parah atau jebol.
Kerusakan ini dikhawatirkan tidak hanya mengancam persawahan di Rengasdengklok, tetapi juga berpotensi menyebabkan kekurangan pasokan air parah dan gagal panen bagi petani di tiga kecamatan lainnya, yaitu Batujaya, Tirtajaya, dan Pakisjaya, yang sawahnya saat ini memasuki masa tanam.
Kapten Inf M. Syai'in menegaskan bahwa tindakan cepat ini merupakan wujud komitmen Forkopimcam dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
"Kami menemukan empat titik kerusakan yang harus segera ditangani. Sawah adalah jantung ekonomi Rengasdengklok. Sinergi ini adalah bukti kehadiran negara di tengah kesulitan petani," tegas Danramil.
Ia menambahkan bahwa Muspika, bersama PJT, berkomitmen penuh mengamankan pasokan air.
"Kami akan terus memantau hingga perbaikan darurat selesai, agar petani tidak mengalami kerugian akibat terputusnya air irigasi," lanjutnya.
Saat ini, fokus kerja sama Muspika dan PJT adalah penanganan darurat di lokasi jebol. Tindakan cepat seperti pemasangan sandbag (karung pasir) dan penimbunan sementara dikebut untuk memulihkan aliran air.
Kecepatan penanganan darurat ini sangat penting. Diharapkan, pasokan air dapat segera normal kembali sehingga siklus tanam padi dapat diselamatkan dan kerugian petani dapat diminimalisir.



No comments